Pernahkah Anda mendapati grafik di Google Search Console yang tiba-tiba melonjak tajam dalam semalam, meskipun peringkat kata kunci utama Anda tidak berubah? Jika iya, besar kemungkinan konten Anda baru saja mendarat di Google Discover.
Berbeda dengan pencarian organik konvensional yang mengandalkan kueri atau pertanyaan dari pengguna, Google Discover bekerja dengan cara yang unik: ia menemukan pengguna, bukan sebaliknya.
Sebagai feed yang dipersonalisasi berdasarkan minat, perilaku, dan riwayat penjelajahan, Discover telah menjadi sumber trafik "raksasa" yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung tanpa perlu satu kali pun diketik di kolom pencarian.
Mengoptimalkan konten untuk Google Discover bukan lagi sekadar pilihan "bonus", melainkan strategi wajib. Mengapa? Karena algoritma Google kini semakin cerdas dalam memprediksi apa yang ingin dibaca audiens bahkan sebelum mereka menyadarinya.
Namun, pertanyaannya: Bagaimana cara memastikan artikel Anda terpilih oleh algoritma untuk tampil di layar utama jutaan pengguna Android dan iOS?
Dalam panduan ini, kita akan mengupas tuntas cara kerja Google Discover, syarat teknis yang tidak boleh Anda lewatkan, hingga strategi konten visual yang mampu meningkatkan rasio klik (CTR) secara drastis.
Apa itu Google Discover?
Jika Google Search selama ini kita kenal sebagai tempat untuk mencari jawaban atas pertanyaan tertentu, maka Google Discover adalah sisi lain dari ekosistem Google yang bekerja secara proaktif.
Secara definisi, Google Discover adalah sebuah feed konten yang dipersonalisasi dan disajikan secara otomatis kepada pengguna seluler (mobile) berdasarkan minat, perilaku, dan aktivitas mereka di seluruh layanan Google.
Sering disebut sebagai fitur "Search without a Query" (Pencarian tanpa Kueri), Google Discover tidak menunggu Anda mengetikkan kata kunci di kolom pencarian.
Sebaliknya, ia secara cerdas "menjemput bola" dengan menyodorkan artikel, video, hingga tren terbaru yang kemungkinan besar ingin Anda lihat.
Karakteristik Utama Google Discover
Untuk memahami Google Discover secara mendalam, kita harus melihat melampaui sekadar "daftar artikel".
Fitur ini memiliki identitas unik yang membedakannya dari mesin pencari tradisional maupun media sosial. Berikut adalah karakteristik utama yang mendefinisikan Google Discover
1. Penyajian Berbasis Minat (Interest-based Feed)
Berbeda dengan media sosial seperti Instagram atau X (Twitter) di mana isi feed Anda sangat dipengaruhi oleh siapa yang Anda ikuti (following), Google Discover bekerja murni berdasarkan minat personal.
Google menggunakan data dari riwayat pencarian, lokasi, hingga aktivitas aplikasi untuk membangun profil minat pengguna.
Tanpa Kueri: Pengguna tidak perlu mengetik apa pun; Google "menebak" apa yang ingin Anda baca.
Automasi Relevansi: Jika Anda seorang pengembang yang sering mencari tutorial blockchain, Discover akan secara otomatis menyajikan perkembangan terbaru di industri tersebut tanpa Anda minta.
2. Tampilan Visual yang Dominan dan Imersif
Di Google Discover, visual bukan hanya pelengkap, melainkan penentu utama rasio klik-tayang (Click-Through Rate). Setiap konten disajikan dalam bentuk kartu (card) yang dirancang untuk menarik perhatian mata dalam sekejap.
Hero Image yang Besar: Konten dengan gambar berkualitas tinggi (minimal lebar 1200px) memiliki peluang tampil jauh lebih besar.
Cuplikan Video: Discover sering kali memutar cuplikan video pendek tanpa suara secara otomatis untuk meningkatkan interaksi pengguna.
Desain Minimalis: Layout yang bersih memudahkan pengguna memindai topik-topik menarik saat sedang melakukan scrolling santai.
3. Keberagaman Format Konten (Multi-format Content)
Discover telah berevolusi menjadi hub informasi yang sangat kaya. Ia tidak lagi hanya berisi artikel berita atau blog post, melainkan campuran dari berbagai aset digital:
Konten Evergreen: Panduan mendalam (seperti tutorial SEO) yang tetap relevan meskipun sudah diterbitkan beberapa bulan lalu.
YouTube Shorts: Video vertikal pendek kini mendapatkan porsi yang signifikan di feed Discover.
Sinyal Media Sosial: Integrasi dari platform seperti X atau Instagram yang menunjukkan tren yang sedang viral di komunitas tertentu.
Data Real-Time: Widget interaktif yang menampilkan skor pertandingan olahraga secara langsung, fluktuasi harga saham, hingga peringatan cuaca di lokasi pengguna.
4. Fitur "Follow" untuk Personalisasi Ekstra
Salah satu perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir adalah pemberian kontrol lebih kepada pengguna melalui fitur Follow.
Loyalitas Pembaca: Pengguna dapat secara eksplisit mengikuti situs web atau topik spesifik. Ini memungkinkan brand atau blog Anda membangun audiens setia yang akan selalu mendapatkan notifikasi saat Anda menerbitkan konten baru.
Majalah Digital Pribadi: Fitur ini mengubah Discover menjadi semacam RSS Feed modern yang cerdas, di mana pengguna dapat mengkurasi sendiri sumber informasi terpercaya mereka tanpa gangguan iklan yang tidak relevan.
5. Fleksibilitas Waktu Konten
Tidak seperti Google Search yang sering memprioritaskan konten terbaru untuk topik berita, Discover memiliki algoritma yang bisa "menghidupkan kembali" konten lama.
Jika Google merasa sebuah artikel tahun lalu sangat relevan dengan hobi baru yang baru saja Anda pelajari, artikel tersebut bisa muncul kembali di puncak feed Discover Anda.
Karakteristik Utama Google Discover yang Membedakannya dari Pencarian Tradisional
Google Discover bukanlah mesin pencari konvensional; ia adalah platform penemuan konten yang memiliki perilaku unik.
Untuk bisa menaklukkannya, Anda perlu memahami karakteristik inti yang menjadi fondasi bagaimana platform ini bekerja.
1. Penyajian Konten Berbasis Minat (Interest-based Feed)
Berbeda dengan media sosial yang algoritmanya sering kali dipengaruhi oleh engagement jaringan pertemanan, Google Discover murni berfokus pada grafik minat personal Anda.
Tanpa Kueri: Ini adalah karakteristik paling radikal. Konten muncul tanpa pengguna harus mengetikkan kata kunci. Google "menebak" kebutuhan informasi Anda berdasarkan aktivitas di seluruh ekosistem Google (Search, YouTube, Maps, hingga histori browser Chrome).
Personalisasi Hiper-Lokal: Jika Anda sedang berada di Jakarta dan sering mencari tempat kopi, Discover akan memprioritaskan ulasan kafe terbaru di sekitar Anda, menggabungkan niat pencarian dengan data lokasi secara real-time.
2. Penekanan Kuat pada Visual imersif
Di ekosistem Discover, sebuah gambar bernilai lebih dari seribu kata kunci. Visual bukan sekadar hiasan, melainkan faktor penentu utama apakah konten Anda akan diklik atau dilewati.
Format Kartu (Cards): Konten disajikan dalam bentuk kartu besar yang menonjolkan hero image. Google sangat menyarankan penggunaan gambar dengan lebar minimal 1200 px.
Dukungan Video Otomatis: Discover semakin banyak menyisipkan cuplikan video pendek yang diputar secara otomatis (autopreview) tanpa suara, memberikan pengalaman yang jauh lebih dinamis dibandingkan hasil pencarian teks biasa.
3. Ekosistem Konten Multi-Format
Discover telah bertransformasi dari sekadar "pembaca berita" menjadi pusat konten multimedia yang sangat kaya. Algoritmanya mampu mencampur berbagai format dalam satu feed yang harmonis:
Konten Evergreen: Tidak hanya berita terbaru, artikel "abadi" yang diterbitkan tahun lalu bisa muncul kembali jika relevan dengan minat baru pengguna.
YouTube Shorts & Web Stories: Format vertikal pendek sangat mendominasi Discover untuk menangkap perhatian pengguna mobile.
Informasi Real-Time: Kartu informasi interaktif seperti skor pertandingan bola yang sedang berlangsung, pergerakan harga kripto, hingga indeks kualitas udara.
4. Kontrol Personalisasi dan Fitur "Follow"
Salah satu evolusi terbesar Discover adalah memberikan kendali penuh kepada pengguna melalui fitur Follow.
Membangun Audiens Setia: Pengguna dapat secara eksplisit mengeklik tombol "Follow" pada topik atau publikasi tertentu. Hal ini memungkinkan konten Anda muncul secara prioritas di feed mereka di masa mendatang.
Umpan Balik Langsung: Pengguna memiliki opsi untuk menandai konten sebagai "Tidak Menarik" atau "Jangan Tampilkan dari Situs Ini". Hal ini membuat reputasi brand atau website Anda di mata algoritma menjadi sangat krusial.
5. Relevansi di Atas Popularitas
Berbeda dengan konten viral di media sosial yang sering kali hanya mengejar angka share, Google Discover lebih menghargai relevansi dan otoritas (E-E-A-T).
Konten yang tampil adalah konten yang dianggap Google benar-benar bermanfaat bagi individu tersebut, bukan sekadar konten yang sedang ramai dibicarakan banyak orang tetapi tidak relevan dengan minat pribadinya.
Bagaimana Cara Kerja Google Discover?
Berbeda dengan Google Search yang bekerja berdasarkan kecocokan kata kunci (keyword matching), Google Discover bekerja menggunakan sistem rekomendasi bertenaga AI yang sangat kompleks. Sistem ini telah berevolusi menjadi jauh lebih prediktif dan intuitif.
Berikut adalah mekanisme utama yang menggerakkan cara kerja Google Discover:
1. Pembangunan Grafik Minat (Interest Graph)
Langkah pertama dalam cara kerja Discover adalah memahami siapa penggunanya. Google membangun profil digital yang sangat detail mengenai minat Anda melalui berbagai sinyal:
Aktivitas Penelusuran: Topik apa yang sering Anda cari di Google Search.
Riwayat Tontonan YouTube: Jenis video yang Anda tonton memberikan sinyal kuat mengenai hobi atau ketertarikan saat ini.
Aktivitas Aplikasi & Web: Informasi dari aplikasi yang Anda gunakan serta riwayat penjelajahan di Chrome.
Interaksi Langsung: Apakah Anda sering mengeklik artikel tentang "Investasi Kripto" atau justru sering memilih untuk "Sembunyikan" berita politik? Google mencatat setiap interaksi ini untuk memperhalus feed Anda.
2. Pemetaan Entitas dan Semantik
Setelah memahami minat pengguna, algoritma akan memindai web untuk mencari konten yang relevan. Google tidak hanya melihat kata kunci, tetapi menggunakan pemahaman entitas.
Jika Anda tertarik pada "Mobil Listrik", Google tidak hanya mencari kata tersebut, tetapi juga entitas terkait seperti "Baterai Litium", "Tesla", "Stasiun Pengisian Daya", hingga "Kebijakan Karbon".
Inilah alasan mengapa konten yang membahas satu topik secara mendalam (niche) lebih mudah masuk ke Discover dibandingkan konten umum yang dangkal.
3. Integrasi AI dan Machine Learning Terbaru (Update 2025)
Di tahun 2025, Google telah mengintegrasikan model bahasa besar (seperti Gemini) untuk memahami konteks konten secara lebih manusiawi:
Pemahaman Konteks: AI dapat membedakan apakah sebuah artikel bersifat edukatif, berita mendesak, atau sekadar opini subjektif.
Reframing Konten: Algoritma kini lebih cerdas dalam mencocokkan "vibe" konten dengan preferensi pengguna. Misalnya, jika pengguna menyukai gaya bahasa yang santai, Discover akan lebih sering menyodorkan konten dengan nada serupa.
4. Penyaringan Berdasarkan Kualitas dan E-E-A-T
Tidak semua konten yang relevan akan ditampilkan. Google melakukan penyaringan ketat berdasarkan standar kualitas:
Otoritas Sumber: Website yang memiliki reputasi kuat di topik tertentu (misalnya, blog kesehatan yang ditulis oleh dokter) akan mendapatkan prioritas lebih tinggi.
Kesegaran Konten (Freshness vs. Evergreen): Algoritma menyeimbangkan antara berita terkini yang sedang viral dengan konten "abadi" yang informatif. Jika Anda baru saja mulai belajar berkebun, Discover mungkin akan menampilkan panduan menanam tomat yang ditulis 2 tahun lalu karena konten tersebut masih sangat relevan bagi Anda.
5. Sinyal Lokasi dan Waktu (Contextual Awareness)
Cara kerja Discover juga sangat dipengaruhi oleh konteks real-time:
Lokasi: Menampilkan berita lokal, cuaca, atau acara yang sedang berlangsung di kota Anda.
Waktu: Algoritma memahami rutinitas. Misalnya, di pagi hari Discover mungkin lebih banyak menampilkan ringkasan berita, sementara di akhir pekan lebih banyak menampilkan konten hobi atau hiburan.
Syarat Teknis Agar Konten "Eligible" Masuk Google Discover
Membuat konten yang bagus saja tidak cukup. Agar sistem Google bersedia "melirik" dan menampilkan artikel Anda di feed Discover, website Anda harus memenuhi standar teknis dan kebijakan yang telah ditetapkan. Jika syarat dasar ini tidak terpenuhi, konten Anda tidak akan pernah muncul, seberapa pun bagusnya tulisan tersebut.
Berikut adalah persyaratan teknis utama yang harus Anda penuhi:
1. Optimalisasi Tampilan Seluler (Mobile-Friendliness)
Google Discover adalah fitur yang hampir eksklusif untuk pengguna perangkat seluler (smartphone dan tablet). Oleh karena itu, keramahan situs terhadap perangkat seluler adalah syarat mutlak.
Desain Responsif: Pastikan tata letak website Anda menyesuaikan secara otomatis dengan berbagai ukuran layar.
Navigasi Mudah: Elemen yang dapat diklik (tombol/link) tidak boleh terlalu berdekatan, dan teks harus terbaca tanpa harus melakukan zoom.
Uji Kelayakan: Gunakan fitur Mobile-Friendly Test di Google Search Console untuk memastikan tidak ada eror teknis pada tampilan seluler Anda.
2. Kecepatan Situs dan Core Web Vitals
Pengguna Discover menginginkan informasi yang cepat. Jika sebuah kartu diklik namun loading-nya lambat, Google akan berhenti merekomendasikan situs Anda karena dianggap memberikan pengalaman pengguna yang buruk.
LCP (Largest Contentful Paint): Pastikan elemen visual utama (seperti gambar hero) muncul dalam waktu kurang dari 2,5 detik.
INP (Interaction to Next Paint): Di tahun 2025, metrik interaktivitas ini sangat krusial. Pastikan website merespons klik pengguna dengan sangat cepat.
CLS (Cumulative Layout Shift): Jangan biarkan konten "melompat-lompat" saat sedang loading (misalnya karena iklan yang baru muncul), karena ini sangat mengganggu kenyamanan membaca.
3. Keamanan Tingkat Tinggi dengan Protokol HTTPS
Google sangat memprioritaskan keamanan data pengguna. Penggunaan protokol HTTPS bukan lagi pilihan, melainkan standar wajib.
Enkripsi Data: HTTPS memastikan koneksi antara browser pengguna dan server Anda aman.
Sinyal Kepercayaan: Situs yang masih menggunakan HTTP biasa hampir dipastikan akan "didiskualifikasi" dari feed Discover karena dianggap berisiko bagi privasi pengguna.
4. Indeksasi dan Kebijakan Konten
Agar bisa ditampilkan, Google harus bisa menemukan dan memahami halaman Anda terlebih dahulu.
Keterjangkauan Bot: Pastikan halaman tersebut tidak diblokir oleh file robots.txt dan memiliki tag index.
Sitemap yang Terupdate: Kirimkan XML sitemap ke Google Search Console agar artikel terbaru Anda segera dikenali.
Kepatuhan Kebijakan: Konten Anda harus mematuhi kebijakan Google News dan Discover. Ini termasuk:
Dilarang Clickbait: Judul tidak boleh menipu atau melebih-lebihkan fakta demi mendapatkan klik.
Transparansi: Harus ada informasi yang jelas tentang siapa penulisnya, tanggal penerbitan, serta informasi kontak atau perusahaan penerbit.
Konten Berbahaya/SARA: Menghindari konten yang mengandung ujaran kebencian, kekerasan, atau materi seksual yang eksplisit.
5. Penggunaan Tag Meta Gambar (Sangat Penting!)
Secara teknis, agar Google bisa menampilkan gambar besar yang menarik di Discover, Anda harus memberikan "izin" melalui tag meta.
Aturan Gambar Besar: Tambahkan kode berikut di bagian <head> website Anda: <meta name="robots" content="max-image-preview:large">
Tanpa tag ini, Google hanya akan menampilkan thumbnail kecil yang memiliki rasio klik (CTR) jauh lebih rendah.
Tips & Strategi Optimasi Konten untuk Google Discover
Untuk memenangkan hati algoritma Discover, Anda tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan.
Anda butuh kombinasi antara estetika visual, kekuatan narasi, dan kredibilitas yang tak terbantahkan.
1. Optimalisasi Aset Visual Berkualitas Tinggi
Gambar adalah hal pertama yang dilihat pengguna sebelum mereka membaca judul Anda. Di Discover, visual yang buruk berarti peluang klik yang hilang.
Standar Lebar Minimal 1200px: Gunakan gambar yang tajam dan beresolusi tinggi. Google secara eksplisit menyarankan lebar minimal 1200 pixel agar gambar bisa tampil penuh dan menarik dalam format kartu besar.
Implementasi Tag max-image-preview:large: Secara teknis, pastikan tag ini ada di header situs Anda. Tanpa instruksi ini, Google mungkin hanya akan menampilkan cuplikan gambar kecil (thumbnail) yang sangat tidak efektif untuk menarik klik.
Hindari Penggunaan Logo sebagai Gambar Utama: Google mencari gambar yang menceritakan isi konten. Menggunakan logo perusahaan atau gambar yang terlalu banyak teks (stock photos yang kaku) sering kali membuat konten diabaikan. Gunakan foto original, infografis, atau ilustrasi yang emosional dan relevan.
2. Merancang Headline yang Memancing Klik (Tanpa Clickbait)
Menulis judul untuk Discover adalah seni menyeimbangkan antara rasa ingin tahu dan kejujuran. Google sangat membenci clickbait yang menipu.
Teknik Curiosity Gap: Buatlah judul yang membuat pembaca merasa ada informasi yang "hilang" jika mereka tidak mengeklik, namun tetap memberikan jawaban yang akurat di dalam artikel.
Buruk (Clickbait): "Anda Tidak Akan Percaya Apa yang Terjadi pada SEO di 2025!"
Bagus (Click-worthy): "5 Perubahan Algoritma Google 2025 yang Bisa Menurunkan Trafik Blog Anda Jika Diabaikan."
Fokus pada Manfaat atau Emosi: Gunakan kata kerja yang kuat dan tunjukkan nilai tambah apa yang akan didapatkan pembaca.
3. Penerapan E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness)
Google semakin mahir membedakan konten buatan AI yang dangkal dengan konten yang ditulis oleh ahli yang berpengalaman.
Bio Penulis yang Jelas & Profesional: Pastikan setiap artikel memiliki kotak penulis (author box) yang mencantumkan keahlian, pengalaman, dan link ke profil sosial media atau portofolio penulis. Ini membangun aspek Expertise dan Experience.
Referensi Data dan Sumber Kredibel: Jangan hanya beropini. Sertakan data statistik, hasil riset, atau kutipan dari tokoh industri. Memberikan tautan keluar (outbound link) ke situs otoritas tinggi menunjukkan bahwa Anda melakukan riset yang mendalam (Trustworthiness).
4. Menjaga Relevansi dengan Tren Terbaru
Google Discover sangat mencintai konten yang sedang "hangat" dibicarakan atau yang memiliki keterikatan waktu (timeliness).
Memanfaatkan Google Trends: Pantau Google Trends secara harian untuk melihat apa yang sedang diminati di ceruk (niche) Anda. Jika Anda menulis tentang "Google Discover" saat topik ini sedang banyak dicari, peluang Anda masuk ke feed akan meningkat drastis.
Konten Musiman yang Cerdas: Siapkan konten yang relevan dengan momen tertentu (misal: "Tren Marketing Menjelang Lebaran" atau "Review Gadget Akhir Tahun") jauh-jauh hari agar saat trennya naik, artikel Anda sudah siap "disantap" oleh algoritma.
Setelah Anda melakukan optimasi teknis dan konten, langkah terakhir yang paling krusial adalah melakukan evaluasi.
Google Search Console (GSC) menyediakan laporan khusus yang sangat detail untuk membantu Anda memahami sejauh mana kesuksesan strategi Google Discover Anda.
Memantau Performa di Search Console
Perlu diingat bahwa menu "Discover" di Google Search Console hanya akan muncul secara otomatis jika situs Anda telah mencapai ambang batas minimum tayangan (threshold) di Google Discover.
Jika Anda belum melihatnya, berarti konten Anda belum cukup sering ditampilkan oleh algoritma.
1. Memahami Laporan Google Discover
Di dalam laporan ini, Anda akan menemukan tiga metrik utama yang menjadi indikator keberhasilan:
Total Klik: Jumlah berapa kali pengguna mengeklik kartu konten Anda di feed Discover. Ini adalah angka trafik nyata yang masuk ke website Anda.
Total Tayangan (Impressions): Berapa kali kartu konten Anda muncul di layar pengguna, meskipun mereka tidak mengekliknya. Angka ini menunjukkan seberapa luas jangkauan (reach) konten Anda di mata algoritma.
Rata-rata CTR (Click-Through Rate): Persentase antara klik dan tayangan. Di Discover, CTR sangat bervariasi, namun angka ini adalah indikator terbaik untuk menilai apakah Judul dan Gambar Anda sudah cukup menarik bagi audiens.
2. Analisis Data: Mengidentifikasi Konten Pemenang
Jangan hanya melihat angka total, gali lebih dalam untuk menemukan pola kesuksesan Anda:
Tab Halaman (Pages): Cek halaman mana yang mendapatkan trafik paling masif. Apakah itu artikel berita terbaru, tutorial evergreen, atau ulasan produk? Ini membantu Anda memahami topik apa yang paling "disukai" oleh audiens Anda di Discover.
Analisis Jenis Visual: Bandingkan artikel dengan CTR tinggi dan rendah. Sering kali, Anda akan menemukan bahwa artikel dengan gambar asli atau infografis memiliki performa jauh lebih baik daripada artikel dengan stock photos biasa.
Pola Waktu: Perhatikan grafik performa. Trafik Discover biasanya bersifat "ledakan" (naik tajam lalu turun dalam 2-3 hari). Dengan memantau ini, Anda bisa belajar kapan waktu terbaik untuk menerbitkan konten baru.
3. Membandingkan Performa Search vs. Discover
Sangat menarik untuk membandingkan data antara pencarian organik (Search) dan Discover.
Sering kali, artikel yang tidak terlalu populer di pencarian kata kunci justru menjadi "bintang" di Discover karena sifatnya yang viral atau emosional.
Gunakan wawasan ini untuk menyeimbangkan strategi konten Anda: sebagian untuk menjawab kebutuhan pencarian (SEO konvensional) dan sebagian untuk memicu minat di Discover.
4. Menemukan Peluang Melalui Data Negara dan Perangkat
Negara: Lihat di mana audiens Discover Anda berada. Jika trafik banyak datang dari luar negeri, pertimbangkan untuk menyesuaikan bahasa atau konteks budaya konten Anda.
Perangkat: Karena Discover hampir 100% seluler, pastikan performa di perangkat seluler tetap stabil. Jika klik tinggi tapi bounce rate tinggi, mungkin ada masalah pada kecepatan loading di HP tertentu.
Gunakan fitur "Compare" di Search Console untuk membandingkan performa Discover bulan ini dengan bulan lalu.
Jika terjadi penurunan tayangan secara drastis, segera cek apakah ada perubahan pada kualitas gambar atau apakah situs Anda mengalami masalah pada Core Web Vitals.
Google Discover telah mengubah peta permainan dalam dunia SEO. Jika dulu kita harus menunggu seseorang mengetikkan kueri di kolom pencarian, kini algoritma Google yang secara proaktif "menjemput" audiens dan menyodorkan konten Anda langsung ke hadapan mereka.
Mendapatkan trafik dari Discover memang terlihat seperti "bonus", namun sebenarnya itu adalah hasil dari konsistensi dalam menjaga kualitas visual, kecepatan teknis, serta otoritas konten (E-E-A-T). Dengan memahami bahwa Discover berfokus pada minat pengguna, Anda tidak lagi hanya sekadar mengejar kata kunci, melainkan membangun hubungan dan relevansi dengan audiens Anda.
Kuncinya sederhana: Fokuslah pada pengalaman pengguna seluler yang luar biasa, gunakan visual yang memikat, dan pastikan setiap konten yang Anda terbitkan memberikan nilai nyata.
Optimalkan Potensi Website Anda Bersama Croloze
Membangun website yang tidak hanya ramah di mesin pencari (SEO) tetapi juga mampu menembus feed Google Discover membutuhkan strategi yang tepat dan eksekusi yang detail. Anda tidak perlu melakukannya sendirian.
Ingin meningkatkan visibilitas bisnis Anda dan mendominasi hasil pencarian? Digital Agency Croloze siap menjadi mitra strategis Anda. Kami membantu bisnis Anda melalui:
Audit SEO Mendalam: Memastikan syarat teknis dan Core Web Vitals Anda sempurna.
Strategi Konten Berbasis Data: Menciptakan artikel yang relevan, kredibel, dan Discover-ready.
Optimasi Visual & UX: Meningkatkan rasio klik-tayang (CTR) dengan aset visual yang profesional.
Jangan biarkan kompetitor Anda mengambil panggung lebih dulu. Serahkan urusan optimasi website Anda kepada ahlinya, dan fokuslah pada pertumbuhan bisnis Anda. Konsultasi Sekarang!





